4 Feb 2019

Telfon dari Hermione


Dulu nyokap gua adalah seorang karyawan di perusahaan swasta. Gua lupa bidangnya apa, yang pasti bukan bidang miring.
Pada suatu hari, telfon kantor berdering. Karena si admin yang biasa nelfon ini nggak masuk, nyokap gua lah yang waktu itu menerima telfon. Rupanya yang terdengar adalah suara perempuan berbahasa Inggris. Jadi di kantor nyokap gua ini ada salah satu karyawan yang asalnya dari Inggris. Nah rupanya yang menelfon ini adalah istri dari si karyawan bule. Demi keamanan dan kenyamanan, kita samarkan namanya ya. Sang suami kita sebut Bruce dan istrinya kita sebut Hermione.

Hermione: “Can I speak to my husband?”
Nyokap: “Sure, wait.”

Nah nyokap gua memanggil Pak Bruce namun tak kunjung ada jawaban. Dari mejanya, nyokap memanggil temannya dengan suara yang agak keras, sebut saja Pak Sanji. Pak Sanji ini orang dari suku Jawa, sama seperti nyokap gua.

Nyokap: “Pak Sanji, bule ne kuwi ning ndi yo? Ono telfon soko bojone iki, tapi tak golek tak undang ora nyaut. Opo budek opo piye yo bulene yo?” (Arti: Pak Sanji, ini bule nya dimana? Ada telfon dari istrinya, tapi dicariin dipanggil nggak dijawab. Apa bulenya budek atau gimana ini?) *sembari bercanda*

Bruce: “Nyuwun ngapunten Bu, kulo teng mriki” (Arti: Maaf Bu, saya di sini) *sembari berjalan dari kejauhan*

Sontak semua yang ada di sekitar sana terkejut. Bukan karena Bruce dating bersama Ironman, namun karena Bruce yang bule ini bisa berbahasa Jawa. Untunglah tidak ada konflik berkepanjangan karena bisa diselesaikan dengan bercanda.
Pak Bruce pun bercerita bahwa ia adalah keturunan blasteran, Ayahnya dari Inggris dan Ibunya dari Solo. Bukan, ibunya bukan Jennie. Pak Bruce ini waktu kecil tinggal di Solo namun ia pindah ke Inggris dan besar di sana. Karena lebih lama di Inggris dan datang dari sana, maka orang-orang kantor pun mengira bahwa Bruce adalah orang Inggris 102%.
Begitulah, jangan bermain-main dengan Bruce ya.

1 komentar: