Namanya juga anak Jurusan Arkeologi,
pasti pernah ngelakuin penggalian. Buat lu yg lagi baca ini, penggalian anak
Arkeo tuh nggak sembarangan. Penggalian arkeologi pasti dilakuin di situs
arkeologi, nggak mungkin di situs youtube.
Kelebihan dari situs arkeologi dibanding situs youtube adalah situs arkeologi bisa digali. Eh tapi youtube bisa di-subscribe sih ya? Yaudah, semua ada kelebihan & kekurangannya
lah.
Oh iya, terus juga sebelum
penggalian, perlu ada pertimbangan-pertimbangan kayak alasan & tujuan milih
kotak gali, ada pengukuran juga, pokoknya nggak asal gali lah. Beda sama
penggalian kabel, atau sumur. Eh penggalian kabel sama sumur juga nggak bisa
sembarangan ya? Ya berarti nggak boleh sembarangan lah kalo ngapa-ngapain. Nah,
setelah gali-gali tanah pun kita nggak lepas dari tugas. Masih ada laporan
harian, gambar kotak gali, foto kotak gali, dan temuan yang harus diurus.
Sebagai anak Arkeo, minimal ngerasain
lah 1 kali penggalian, yaitu waktu Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Tapi kalo
misalnya lu rajin, terampil, tangkas, dan berani, bisa lah ngerasain beberapa
kali penggalian. Ya kadang nggak semua anak Arkeo pengen ikut penggalian sih,
ada juga yang mikir “ah udahlah sekali-dua kali aja, kan yg penting yg wajib”,
tapi ada juga yang mikir “wah kesempatan nih. Lumayan lah daripada dana umum”.
Jadi anak Arkeo itu harus siap
ngerasain pahit manis bareng-bareng. Bayangin aja, hampir 2 minggu bareng dari
bangun tidur sampe bangun tidur. Ada cewek yang keliatannya biasa aja, tapi
ternyata rajin banget. Ada juga cowok yang keliatannya pendiem, kalem, tapi
ternyata orangnya suka tertelisut
sama barang-barangnya. Tertelisut apa
ye? Kayak ceroboh gitu lah. Ada juga cewek yang ternyata udah cantik, baik,
rajin, pokoknya perfect lah, eh bukan
anak Arkeo.
Pokoknya selama KKL itu kenalan lebih
dalem lah tentang temen. Makin tau baik buruk, makin tau lebih kurang, makin
mikir kenapa motif sarung kebanyakan kotak-kotak, dan lain-lain. Jadi tau, ada
temen yang nggak suka kuning telor, ada yang gak suka kecap, ada yang gak suka
pedes. Intinya, buat apa reklamasi kalau nanti hanya investor asing yang diberi
kesempatan? Kalau masyarakat sekitar yang telah lama disana justru kehilangan
haknya, bukannya itu dirampas? Lestarikan Bumi Pertiwi, kembalikan senyum
nelayan yang hilang bersama dengan lahannya. Tolak Reklamasi!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar