12 Nov 2011

Antara Galau, DOTA & Arga


            Akhirnya setelah berbulan-bulan, gua balik lagi buat posting gak penting. Jujur gua lupa password blog ini. Tapi sebuah kebahagiaan tersendiri ketika inget lagi password. Gua ngiri sama kalian yang bisa buka blog ini seenaknya tanpa harus nginget password. Jadi, tolong toleransinya.
Review beberapa waktu lalu tentang postingan gua yang bertema galau. Oke ini gak ada hubungannya sama sekuel sinetron Cinta Fitri yang dapet rekor sebagai ‘sinetron dengan episode terpanjang’. Akhir ini gua sering galau, mungkin karena salah satu diantara kalian yang ke dukun buat nyantet gua karena merasa tersinggung di postingan sebelumnya. Gua minta maaf sebesar-besarnya.
Belakangan ini gua nemu game yang sebenernya udah lama tapi gua gak ngerti cara mainnya. ‘Warcraft 3 Frozen Throne’. Game ini ngebantu gua ngelupain galau. Gua nyari berbagai cara biar bisa main sama sohib gua, Renzie. Kami belajar main DOTA (re: Warcraft 3 Frozen Throne ) tiap hari. Sampai akhirnya temen gua, Arga (biasa dipanggil bolang) ngasih harapan bahwa dia punya kabel LAN. Senin & selasa, dia bilang kabelnya gak boleh dibawa. Rabu, dia lupa bawa. Kamis, dia bawa kabel tapi gak ada yang bawa laptop. “Kurap lu, ga ...” gua cuma ngomong dalem hati karena bisa gawat kalo dia marah sama gua  & malah gak ngebolehin. Akhirnya gua sama renzie bisa main DOTA hari jumat.
Fyi, arga adalah salah satu temen gua yang agak ‘unik’. Dia kayak ikan. Bukan karena suka makan pelet, tapi ingatannya agak lemah. (ingatan ikan cuma 3 detik). Contoh salah satu kasus:

Waktu itu mau ulangan sosiologi & buku gua dipinjem arga.

Gua: “lang, buku gua sosiologi mana?”
Arga: “buku sosiologi apaan?”
Gua: “buku catetan gua”
Arga: “catetan apa?”
Gua: “yang merah kotak-kotak!” (mulai emosi)
Arga: “merah kotak-kotak? Apaan sih?”
Gua: “buku catetan sosiologi gua, warnanya merah motifnya kotak-kotak.” (memperjelas ; agak kehilangan kesadaran)
Arga: “oooooh ...” (gua mulai berharap) “itu gua gak tau ...”

Gua introspeksi diri, apa dosa gua terhadap tumbuhan sampai ada siluman tumbuhan yang menganiaya gua. Akhirnya gua nemu buku itu di Kevin, temen yang duduk di belakang gua.

Gua: “ini loh lang buku gua!” (ngasih liat buku itu ke arga)
Arga: “oooh itu, bilang dong dari tadi kalo buku itu.”

Gua bersyukur gak megang senjata atau benda tajam waktu itu.

Sebenernya banyak kasus Arga yang melibatkan gua sebagai korban, tapi gua takut komputer / laptop kalian gak kuat.
Tapi makhuk apapun eh maksudnya seperti apapun Arga, dia tetep temen baik gua. Jelas karena gua ngedukung komodo sebagai bagian dari keajaiban dunia. Jadi, sayangi sahabat kalian seperti apapun wujudnya.
Semakin jauh, gua gak ngerti apa maksud postingan ini. Jangan khawatir, ini udah bagian penutup. Intinya, semua orang pernah galau, pernah khilaf dan mungkin pernah main DOTA.

Note: tidak ada ikan yang benar-benar disakiti disini